Senin, 05 Mei 2014

untukmu

jika kamu sudah terlalu lama dengan posisimu sekarang, lalu seseorang datang, mencoba memporak-porandakannya, walaupun bermaksud sungguh amat baik, walaupun berniat mengangkat derajatmu, tidak berarti kau tidak akan kaget dibuatnya.

seperti itulah aku.
dia datang. menawarkan dirinya.
pada diriku yang biasa ini.

"Sudahkah kau memikirkannya lamat-lamat?" Jawabku. " Kau yakin akan menerimaku apa adanya, even dengan segala kekuranganku nantinya? Bahkan marahku, keras kepalaku, dan kepanikanku yang berlebihan. Bagaimana jika disuatu ketika saat kita terbangun dan kau mengenaliku dengan berbeda, menyipitkan alis, dan bertanya siapa aku sebenarnya. Bagaimana jika itu terjadi, dan lalu kita hanya akan saling menyakiti?"

Selasa, 22 April 2014

kehilangan

aku tidak suka ke pemakaman,
bukan karena takut
bukan pula karena tak ingin mengingat mati
tapi,
pergi kesana hanya akan membuatku teringat pada pedihnya ditinggalkan



Rabu, 19 Maret 2014

?

seorang teman bertanya ditengah tengah lembur yang telah menjadi rutinitas,
" tidak terpikirkah kau untuk menikah?"

tapi yang kupikirkan hanyalah, apakah diluar sana ada seseorang yang mampu menerimaku???


suatu rabu,
kala lembur masih menang


Selasa, 11 Maret 2014

perjalanan

Akhir-akhir ini paling suka baca buku tentang hal itu. Di mulai dari Mba Windy, Mas Dendi, Mba Hanum, Mas Aditya, dan sekarang berhenti sejenak bersama Mas Agustinus.

Aku suka cara mereka bercerita. Membuatku seperti sedang berada disana. Merasakan perjalanan yang sama. Melangkah diatas bumi yang sama. Yang pada kenyataannya adalah aku tak pernah kemana mana. Bukan karena siap atau tidak siap, lebih kepada aku belum bisa melepaskan beberapa hal.


Sebuah titik nol.
sebuah permulaan.

Sabtu, 25 Januari 2014

terima kasih

seuntai kata yang indah.
dibandingkan tolong.
dibanding maaf.

seperti itulah dirinya.
perwujudan hidup atas arti dari namanya.
dan dia datang begitu saja, meninggalkan warna dalam diri.
semburat merah muda, begitu kutengok.

adakah kau sudi?
menerima diri dalam bayangan bau-abu ini
adakah kau?

dan kugenggam asa ini,
menitipkannya pada waktu.

Kamis, 23 Januari 2014

capek

tidak bisakah saya mengatakannya?
tidak bisakah seseorang lelah dengan pekerjaannya?
saya ga pernah menspesialkan diri saya,

sama halnya dengan saya tidak pernah menganggap pekerjaan seseorang lebih ringan atau lebih berat dari saya. menurut saya itulah beban tugas masing-masing orang. tidak ada yang lebih flamboyan dari yang satu. 

tidak berarti dia teknik dan lebih melelahkan dari non teknik. tidak berarti dia non teknik dan lebih memusingkan dari yang teknik. tidak berarti dia diwilayah dan lebih sulit dari area. tidak berarti dan tidak berarti lainnya.

dan saya capek.
akh,akhirnya saya menyuarakannya juga.
saya capek. dan menyakitkannya yang capek itu adalah hati saya.
saya lelah dianggap sebelah mata.
saya lelah dianggap enteng.
dan saya lelah dianggap ga bekerja dengan keras.

ini klimaks,
dimana dengan iri saya mendengar teriakan digedung sebelah.
"SAFETY... SAFETY... SAFETY..."
karena saya juga pengen teriak.

Jumat, 17 Januari 2014

dia

dia. dengan "d" kecil

dia adalah aku. kamu. mereka. dan dia yang hanya aku tau siapa.
biarkan ia menjelma. menjadi dia-mu.
biarkan aku menjadi dirimu.
biarkan dia yang rahasia itu mengaduk-aduk hatimu dari dalam, dan melahirkan kisahmu yang hampir terlupa
itulah yang akan kujawab,
jika kau bertanya, " Siapa dia yang kau sebut berulang kali dalam tulisanmu?"

.

aku benci titik
dia menghabiskan
dia tak memberi kesempatan
lalu sepihak. lalu egois.

dia menekan.
dia tak memberi celah.
meninggalkanku membisu

ahh,

if its were you
maybe I can made it
but its not you,
its never been you
so i have to deal with it

find my own joy
my own happiness

Kamis, 16 Januari 2014

kalo seperti ini terus,
aku pun bisa bosan

rasa

bukannya ga mensyukuri nikmat dari Tuhan,
tapi,
tidak bolehkah aku mengeluh, sebentarrrr saja...
aku juga tidak terlalu sering mengeluh...?
paling hanya dalam diam saja. memendam di hati. berusaha tak ada yang tau.

tidak bolehkah?
bukankah perasaan Engkau ciptakan untuk merasa?
lalu tidak bisakah merasa sakit? merasa dikhianati? merasa ditinggalkan?

aku hanya capek.
ingin teriak, walau serak.
ingin hingar, walau bingar.

aku hanya bosan sabar.
bosan merasa baik baik saja.
aku sakit.
nyeri hingga ke ulu hati.

Rabu, 15 Januari 2014

i wanna be a mother

Yeah.
But being a wife?
Hm... I am not quite sure...
I am not good in household thing.
I am too busy with my work.






Hey,
can  you deal with those..?


Selasa, 14 Januari 2014

to: ella

‘Saya selalu menyukai kamu. Tak berkurang. Dan saya tahu kamu mencintai saya,’ kata Agie. ‘Kamu tak pernah lupa saya. Kamu hanya tak pernah pandai mengingat waktu. Belasan tahun kita bersahabat, saya hafal kebiasaanmu. Saya memang sempat kecewa, tetapi saya tahu kamu sibuk. Saya tahu kamu tak permah lupa saya, kamu hanya tak ingat tanggal, Ndy. Itu dua hal yang berbeda. Tak membuat kamu tidak menjadi sahabat terbaik saya.’

semoga aku bagimu adalah sama seperti Windy bagi Agie

Minggu, 12 Januari 2014

simkpnas feels like hell

with the pathetic staff
and their crazy overcontrolled bos.

why dont you just stab me?

Sabtu, 11 Januari 2014

Jumat, 10 Januari 2014

kebaikan itu membunuh

seperti masih terus menunggu setelah dikecewakan.
seperti merasa bersalah padahal tidak.
seperti terus tersenyum ditengah sesak.