Sabtu, 25 Januari 2014

terima kasih

seuntai kata yang indah.
dibandingkan tolong.
dibanding maaf.

seperti itulah dirinya.
perwujudan hidup atas arti dari namanya.
dan dia datang begitu saja, meninggalkan warna dalam diri.
semburat merah muda, begitu kutengok.

adakah kau sudi?
menerima diri dalam bayangan bau-abu ini
adakah kau?

dan kugenggam asa ini,
menitipkannya pada waktu.

Kamis, 23 Januari 2014

capek

tidak bisakah saya mengatakannya?
tidak bisakah seseorang lelah dengan pekerjaannya?
saya ga pernah menspesialkan diri saya,

sama halnya dengan saya tidak pernah menganggap pekerjaan seseorang lebih ringan atau lebih berat dari saya. menurut saya itulah beban tugas masing-masing orang. tidak ada yang lebih flamboyan dari yang satu. 

tidak berarti dia teknik dan lebih melelahkan dari non teknik. tidak berarti dia non teknik dan lebih memusingkan dari yang teknik. tidak berarti dia diwilayah dan lebih sulit dari area. tidak berarti dan tidak berarti lainnya.

dan saya capek.
akh,akhirnya saya menyuarakannya juga.
saya capek. dan menyakitkannya yang capek itu adalah hati saya.
saya lelah dianggap sebelah mata.
saya lelah dianggap enteng.
dan saya lelah dianggap ga bekerja dengan keras.

ini klimaks,
dimana dengan iri saya mendengar teriakan digedung sebelah.
"SAFETY... SAFETY... SAFETY..."
karena saya juga pengen teriak.

Jumat, 17 Januari 2014

dia

dia. dengan "d" kecil

dia adalah aku. kamu. mereka. dan dia yang hanya aku tau siapa.
biarkan ia menjelma. menjadi dia-mu.
biarkan aku menjadi dirimu.
biarkan dia yang rahasia itu mengaduk-aduk hatimu dari dalam, dan melahirkan kisahmu yang hampir terlupa
itulah yang akan kujawab,
jika kau bertanya, " Siapa dia yang kau sebut berulang kali dalam tulisanmu?"

.

aku benci titik
dia menghabiskan
dia tak memberi kesempatan
lalu sepihak. lalu egois.

dia menekan.
dia tak memberi celah.
meninggalkanku membisu

ahh,

if its were you
maybe I can made it
but its not you,
its never been you
so i have to deal with it

find my own joy
my own happiness

Kamis, 16 Januari 2014

kalo seperti ini terus,
aku pun bisa bosan

rasa

bukannya ga mensyukuri nikmat dari Tuhan,
tapi,
tidak bolehkah aku mengeluh, sebentarrrr saja...
aku juga tidak terlalu sering mengeluh...?
paling hanya dalam diam saja. memendam di hati. berusaha tak ada yang tau.

tidak bolehkah?
bukankah perasaan Engkau ciptakan untuk merasa?
lalu tidak bisakah merasa sakit? merasa dikhianati? merasa ditinggalkan?

aku hanya capek.
ingin teriak, walau serak.
ingin hingar, walau bingar.

aku hanya bosan sabar.
bosan merasa baik baik saja.
aku sakit.
nyeri hingga ke ulu hati.

Rabu, 15 Januari 2014

i wanna be a mother

Yeah.
But being a wife?
Hm... I am not quite sure...
I am not good in household thing.
I am too busy with my work.






Hey,
can  you deal with those..?


Selasa, 14 Januari 2014

to: ella

‘Saya selalu menyukai kamu. Tak berkurang. Dan saya tahu kamu mencintai saya,’ kata Agie. ‘Kamu tak pernah lupa saya. Kamu hanya tak pernah pandai mengingat waktu. Belasan tahun kita bersahabat, saya hafal kebiasaanmu. Saya memang sempat kecewa, tetapi saya tahu kamu sibuk. Saya tahu kamu tak permah lupa saya, kamu hanya tak ingat tanggal, Ndy. Itu dua hal yang berbeda. Tak membuat kamu tidak menjadi sahabat terbaik saya.’

semoga aku bagimu adalah sama seperti Windy bagi Agie

Minggu, 12 Januari 2014

simkpnas feels like hell

with the pathetic staff
and their crazy overcontrolled bos.

why dont you just stab me?

Sabtu, 11 Januari 2014

Jumat, 10 Januari 2014

kebaikan itu membunuh

seperti masih terus menunggu setelah dikecewakan.
seperti merasa bersalah padahal tidak.
seperti terus tersenyum ditengah sesak.