Jumat, 28 Agustus 2015

We call it TIME

"As time goes on, you'll understand. What lasts, lasts; what doesn't, doesn't.
Time solves most things. And what time can't solve, you have to solve yourself."

Waktu adalah guru yang terbaik, dia mengajarkan kita dengan caranya sendiri. Kadang mudah bagi kita untuk menilai sesuatu, tetapi nyatanya tidak begitu. Menilai memang selalu mudah, berbeda jika kita menghadapinya langsung.

Kemaren aku ketemu teman, K. Dia lelaki yang beberapa saat lalu aku dengar akan segera menikah. Kami tak terlalu akrab, hanya bertemu beberapa kali, bbm-an sesekali, bertemu dan curhat bukan hal biasa yang dilakukan. 

Tetapi hari itu berbeda, dia bilang dia mungkin tak jadi menikah, kebersamaan mereka selama 7 tahun tak lantas membuatnya dengan mulus akan mendapatkan restu dari orangtua sang wanita. Ayah si perempuan tak mau mempercayakan anak gadisnya ke sembarang orang. Entah apa yang menjadi kekurangannya. Dia hanya tak mendapatkan gadisnya.

Dan temanku itu, teman lelakiku itu dia memutuskan untuk berhenti berjuang. 7 tahun adalah angka yang cukup untuknya bertarung dengan waktu. Dia melepaskan. Dia membebaskan.

Mungkin awalnya sudah salah, K. Iya, mungkin sejak awal caranya sudah salah.

Dari kejauhan, sepoi-sepoi, masih terngiang ucapannya dahulu,
"Lalu, kamu berhenti berjuang?"

Kamis, 27 Agustus 2015

Arlan - Good Morning Love

They say if you love someone, let them free
But right now I just know for sure it’s time to keep
The best thing life could ever give, i’m truly blessed
It is you and loved by you every single day

I say hi, hi to you
I say hey good morning, love
I say hi, hi to you
I say hey good morning, love

Thought love has abandoned me and passed me by (passed me by)
I didn’t care, i set myself free and played around ooh
Life almost brought me down but you came along
And made the dimmest glow shining like the sun

(in that day) i say hi, hi to you
I say hey good morning, love
(and i say) i say hi, hi to you
I say hey good morning, love

Oooh morning love oooh morning love
(good morning love, good morning love
Good morning love, good morning love)

I say hi, hi to you
I say hey good morning, love
(and i say) i say hi, hi to you
I say hey good morning, love

Good morning love, good morning love

Good morning love, good morning love

Jumat, 21 Agustus 2015

upload apalah-apalah

















Seriously,
foto disamping ini hanya efek fisheye semata,
aslinya g se-gembul itu kok *langsungkenasorak*

Kamis, 20 Agustus 2015

edisi sepi #2

Ya Allah,
Jatuh cintakanlah aku langsung pada jodohku saja
agar tak ada patah hati
agar terjaga iffah dan izzahku

- ukhtisally

Senin, 10 Agustus 2015

Hello Again

Helo, Baby K

Layaknya orang yang lama tidak pernah bertemu, saat dia dengan pastinya menepuk pundakmu, menyunggingkan senyum, bertanya kabar, dan kau hanya kaku, hanya sedikit ingat wajah, sedikit ingat tingkah, tetapi lupa nama.

Seperti itulah pertemuan kembali, K.
Seperti mengumpulkan puing yang terserak.
Tidak akan sama. Tidak ada yang kembali utuh.


survey oh survey

Hm...
Sekarang mo nulis tentang kantor, K. 
Berhenti ngegalau dulu, kata temen aku hidup terlalu indah buat digalauin cyin. Hahaha.. 

Semua ini bermula sejak munculnya notifikasi email dari Ayu hari jumat kemaren, yang awalnya aku cuekin, lalu diikuti dengan broadcastnya Nurul di Grup WhatsApp, yang sama gak pentingnya... Tapi berhubung aku ini satu-satunya SDM di Kantor Area yang kata segelintir orang baik hatinya email itupun aku buka sodara-sodara. Yup,,, Jadwal pengisian EES. Apa itu? EES itu sejenis makanan dari singkong yang dicampur gula merah dan dibungkus daun pisang, trus di kukus. Oke bukan.

Lebih tepatnya Employed Engagement Survey atau Survey Kepuasan Pegawai yang isinya kurang lebih tentang puas tidaknya pegawai terhadap gaji, penempatan, rekan kerja, jenjang karir, atasan. 

Nah,, masalahnya adalah survey survey kayak gini biasanya diborongin, mulai dari survey budaya, survey alignment, survey tata nilai yup perusahaan ini banyak surveynya, semuanya dibikin satu orang, atau dua, atau tiga, atau empat, tergantung siapa yang mau bantu ngisiin. Kenapa diisiin? Mau ga mau, soalnya selain untuk ngukur pegawai survey ini juga merupakan bagian dari kinerja perusahaan yang jumlah respondennya ditargetin, ga ngisi salah diisi juga serba salah. Abis mo bagemana lagi, K, survey online kayak gini nyusahin pegawai yang mo ngisi, apalagi di daerah yang boro-boro nge-net, sinyal telponnya aja kudu manjat pohon kelapa dulu, buang-buang waktu, mending dipakai sisir jaringan atau nagih tunggakan listrik daripada ngisi survey yang evaluasinya ga “kerasa”. Lain lagi kalo pegawainya udah senior orang teknik yang lebih jago ngepreteli mesin daripada megang mouse atau anak muda yang pengen pindah tapi ga pindah-pindah yang walaupun udah ngisi survey sampai 4 tahun tapi tetep disitu-situ aja, jangankan pindah geser aja susah. Jadi ya demi kinerja, K, demi IKS besar :D, kembali lagi hanya satu orang, atau dua, atau tiga, atau empat, tergantung siapa yang mau bantu ngisiin.


Jangan tanya deh kapan Negara ini bakal berubah, kapan perusahaan ini bakal maju, kalo mau hasilnya real ya ngesurvey sendiri sana ke lokasi. Biar sekalian liat kondisi unit-unit kayak gimana. Joss…*abis ini kena tampar*